Komunikasi
Politik Internasional
Elemen kunci dalam komunikasi
politik internasional adalah komunikasi. Secara mendasar komunikasi menurut
Oliver, Zelko dan Holtzman (Miller, 2005) adalah memberikan stimuli dalam
pikiran orang lain yang berdasarkan kesadaran, pemahaman akan pentingnya suatu
kejadian, perasaan, fakta, opini, atau situasi yang berusaha digambarkan.
Komunikasi merupakan upaya dalam
membagikan sesuatu. Lebih lanjut Gudykunst (Griffin, 2004) menggunakan istilah
komunikasi efektif yang mengacu pada meminimalkan kesalahpahaman dan
digambarkan sebagai berbagi perilaku yang memiliki kemiripan atau berbicara
dengan adanya kejelasan.
Komunikasi penting untuk membuat
sesuatu diketahui. Melalui komunikasi, masing-masing kedua belah pihak
berkomunikasi. Sehingga konsekuensi dari komunikasi adalah kedua belah pihak
yang saling berbagi tersebut memiliki sesuatu tujuan didepannya.
Sementara itu,
denotasi dari kata politik adalah perebutan kekuasaan baik domestik
maupun internasional (Morgenthau:
1948). Meskipun manifestasi keduanya berbeda namun memiliki fenomena yang sama.
Lebih
lanjut, dalam lingkup politik internasional, diplomasi merupakan teknik yang
digunakan yaitu melalui cara-cara damai, persuasi dan negosiasi (Lee dan
Hocking: 2011). Diplomasi adalah suatu kunci proses pada sistem internasional yang
dilakukan oleh negara-negara berdaulat.
Berbicara
politik maka hal ini mengacu pada area-area politik yaitu menghasilkan
komunikasi organisasi internasional, menghasilkan regulasi komunikasi
internasional, konferensi internasional, mobilisasi dan tindakan lain untuk
pertukaran ide tiap pihak melalui komunikasi internasional, paradigm dan
kebijakan pemerintah, tindakan firma dan pemain lain pada pasar ekonomi dan paradigma
serta kebijakan dari organisasi internasional yang ditujukan untuk peraturan
komunikasi internasional atau pembangunan.
Dengan
demikian, komunikasi dalam politik internasional merupakan alat yang penting
untuk membuat sesuatu yang diketahui dengan jelas masing-masing pihak dan dalam
lingkup dunia internasional melalui diplomasi yaitu cara persuasi sehingga
memiliki mutual understanding.
Tujuan Jokowi untuk Menjadikan Indonesia
Sebagai Negara Maju.
Sebagai
kepala negara, Jokowi bersama Jusuf Kalla yang menjabat wakil presiden,
memiliki tujuan untuk menjadikan Indonesia dari negara berkembang menjadi
negara maju. Jokowi memiliki agenda pembaharuan dalam pemerintahannya untuk
membawa kesejahteraan rakyat Indonesia.
Tujuan
tersebut dituangkan dalam Sembilan Program “Nawa Cita”:
1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan
memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri
bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan
negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat
jati diri sebagai negara maritim.
2. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan.
2. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan.
3.
Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat
daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.
4.
Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan
penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.
5.
Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui
peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program "Indonesia
Pintar"; serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program
"Indonesia Kerja" dan "Indonesia Sejahtera" dengan
mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas 9 hektar,
program rumah kampung deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan
sosial untuk rakyat di tahun 2019.
6.
Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar
internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama
bangsa-bangsa Asia lainnya.
7.
Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor
strategis ekonomi domestik.
8.
Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan
kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan
kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti
pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah
Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan
Indonesia.
9.
Memperteguh kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial
Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinnekaan dan menciptakan
ruang-ruang dialog antarwarga.
Dengan demikian, dapat digarisbawahi bahwa agenda
Jokowi dalam menjadikan Indonesia sebagai negara berkembang menjadi negara maju,
mengacu pada sektor kebijakan politik luar dan dalam negeri, pendidikan,
ekonomi, pertahanan keamanan dan budaya.
Dimensi-Dimensi
Komunikasi Internasional.
Untuk menjadikan Indonesia negara
maju, maka Indonesia perlu adanya pendampingan dari negara maju dan industri
(Gerbner and Siefert, 1984). Pendampingan tersebut merujuk pada komunikasi
internasional yang meliputi dimensi teknologi, telekomunikasi, politik, ekonomi
dan budaya.
Berikut adalah negara-negara yang
dikunjungi Jokowi sejak menjabat Presiden RI dalam periode Oktober 2014 sampai
dengan Juni 2016.
Teknologi
Pada era post industri atau era
informasi sekarang ini, pergerakan suatu negara berkembang yaitu Indonesia
untuk menjadi negara maju erat kaitannya dengan tekonologi komunikasi,
komputer, sistem komunikasi dan informasi.
Teknologi merupakan variabel
kunci pada kemampuan manusia dalam berkomunikasi. Teknologi dapat mengatasi
permasalahan yang terbentur dengan jarak dan waktu di mana teknologi diperlukan
untuk mengumpulkan dan mendapatkan besarnya jumlah informasi.
Teknologi memampukan setiap
bagian dalam suatu negara mendapatkan informasi dari negara maju dan industri secara
efektif dan efisien (Gerbner and Siefert, 1984). Sehingga informasi dapat
digunakan optimal. Arus informasi tersebut juga tidak hanya dilihat sebagai
konteks hardware dan software tapi merupakan aplikasi di
dalam konteks sosial. Dengan demikian teknologi dilihat dalam fenomena dalam
konteks individu, nasional, internasional maupun global.
Sektor teknologi memiliki
pengaruh terhadap kemajuan ekonomi negara dan juga pendidikan. Dalam hal
ekonomi negara, teknologi komunikasi merupakan alat bagi pelaku bisnis di
Indonesia dalam hal penerimaan informasi dari negara industri. Internet
memampukan pelaku bisnis di Indonesia berkomunikasi dengan negara lain maupun
internasional.
Teknologi juga dapat meningkatkan
sector pendidikan yaitu kualitas dan keahlian tiap individu. Teknologi tersebut
dapat menyentuh tiap individual dalam memperoleh pengetahuan. Melalui komputer
dan internet, individu di dalam negara berkembang dalam hal ini Indonesia
memperoleh akses informasi dan edukasi dari negara lain.
Dalam rangka peningkatan teknologi
ini, Jokowi melakukan kunjungan ke Jepang di mana selain untuk meningkatkan
kerjasama bilateral, Jokowi juga melakukan upaya persuasi kepada Jepang yaitu
dalam hal pengadaan infrastruktur dan energi. Internet menjadi hal yang penting
dalam arus informasi, oleh karena itu perlu didukung infrastruktur, yang tidak
hanya di daerah perkotaan namun juga menyeluruh di daerah-daerah pinggiran.
Selain itu dalam hal
pengadaan infrastruktur, Jokowi juga melakukan diplomasi dengan negara-negara
Timur Tengah.
Jepang merupakan negara industri.
Jepang memiliki teknologi yang maju dan canggih. Jokowi melakukan kerjasama
dalam hal teknologi pembangkit listrik, ekspansi industri perkapalan, dan industri
mesin dengan Jepang. Untuk berkembang yang menuju negara maju, Indonesia perlu
meningkatkan industrinya.
Sebagai negara maritim, Indonesia
merupakan negara kepulauan yang memiliki wilayah perairan luas, Indonesia juga
memiliki potensi dalam hal perikanan. Pengadaan teknologi yang mendukung hal
ini menjadi perhatian Jokowi, dan negara yang mampu menjawab hal tersebut
adalah Jepang.
Pendidikan
Konteks yang penting dalam
pembangunan suatu negara adalah tingkat edukasi warga negaranya. Pendidikan menjadi isu penting di dalam
kemajuan suatu negara dengan indikatornya adalah potensi intelektual.
Untuk mewujudkan peningkatan
edukasi di Indonesia Jokowi melakukan kerjasama dengan Microsoft sebagai
perusahaan terbesar dalam pengadaan software.
Untuk pengembangan teknologi pendidikan, kerjasama tersebut diwujudkan dalam
hal penyediaan software untuk pelajar dan guru.
Jokowi tidak hanya memberikan
perhatian kepada para pelajar namun juga guru atau pendidik. Guru berperan
penting terhadap kemajuan pendidikan baik melalui kurikulum dan juga peningkatan
kualitas guru itu sendiri. Sistem pendidikan di Indonesia diperbaharui sejalan
dengan metode pendidikan yang dikembangkan. Metode pendidikan tersebut
merupakan metode yang mengaplikasikan tatap muka dan digital.
Selain itu, tingkat pelatihan
individu secara nasional juga merupakan elemen kunci dalam peningkatkan pendidikan.
Sehingga tujuan Jokowi dalam program “Indonesia Pintar” mendapatkan dukungan
dan pendampingan dari Google yang memiliki agenda technopreneur yaitu pendidikan melalui on line atau digital dan
juga melalui entrepreneur berbasis
teknologi.
Google merupakan perusahaan multinasional
Amerika Serikat yang memiliki kekhususan jasa dan produk internet. Google juga
memiliki perhatian pada bidang edukasi. Beberapa program yang dimilikinya
merupakan jasa dan produk dalam bidang pendidikan.
Dengan kualitas dan reputasi
Google tersebut, merupakan diplomasi terbaik antara Jokowi dan Google.
Indonesia mendapatkan manfaat untuk meningkatkan pendidikan Indonesia yang
memanfaatkan teknologi digital dan Indonesia memberikan manfaat bagi Google
yang memiliki fokus untuk meningkatkan poduknya pada pendidikan.
Pertahanan
dan Keamanan
Indonesia merupakan negara yang
memiliki potensi konflik yang tinggi. Berbagai perbedaan yang ada dalam
masyarakatnya dapat menjadi nilai lebih namun juga rentan terhadap konflik.
Sejarah Indonesia kental dengan
perpecahan di dalam Indonesia sendiri yang disebabkan oleh pihak luar.
Penjajahan yang begitu lama menjadi rekaman buruk bagi Indonesia. Dan pada era
informasi saat ini, isu pertahanan dan keamanan menjadi perhatian bagi
Indonesia. Berbagai permasalahan internasional seperti ISIS, terorisme dapat
menjadi ancaman bagi Indonesia.
Untuk memberikan rasa aman kepada rakyat
Indonesia, maka Jokowi melakukan diplomasi kepada beberapa negara yang
berkaitan dengan kebijakan dan regulasi dengan dunia internasional.
Beberapa negara yang sudah
dikunjungi dengan agenda tersebut antara lain :
Malaysia, dengan agenda
ketenagakerjaan. Indonesia merupakan negara yang mengirimkan banyak tenaga
kerja ke Malaysia. Komunikasi Jokowi kepada negara tetangga tersebut adalah
untuk memberikan pemahaman dan penegasan terhadap perlakuan dan keamanan bagi
tenaga kerja di Indonesia. Sehingga hal tersebut juga dapat memberikan jaminan
keselamatan bagi tenaga kerja Indonesia.
Begitu pula dengan Timur Tengah,
dengan agenda perlindungan warga negara Indonesia. Banyak isu konflik yang
menyangkut ketenagakerjaan Indonesia di negara-negara Timur Tengah.
Brunei Darussalam, dan Filipina
adalah dua negara yang didatangi Jokowi dengan agenda memerangi narkotik. Banyak
permasalahan antar negara tersebut adalah menyangkut kasus narkotika, hingga
yang berakhir dengan hukuman mati warga negaranya.
Jokowi memahami bahwa narkotik
sangat mempengaruhi generasi muda yang akan datang. Jokowi juga sangat tegas
dalam menyikapi hal tersebut. Peraturan yang dibuat dan dinyatakan hingga
sampai pada hukuman mati merupakan upaya tindak tegas Jokowi dalam menyikapi
narkoba.
Hal tersebut merupakan hal yang
berpotensi pada konflik antar negara. Oleh karena itu Jokowi melakukan komunikasi
dengan kedua negara tersebut sehingga tercipta pemahaman dan mampu mencegah
konflik yang dapat mengarah pada pecah perang antar negara.
Dalam hal pengadaan alustsista,
Jokowi mengajak negara-negara Timur Tengah untuk melakukan investasi di
Indonesia dalam hal infrastruktur, maritim serta energi. Sehingga melalui
investasi tersebut, Indonesia dapat mengurangi beban anggaran pembelian
alutsista.
Tidak hanya Indonesia, negara-negara
lain berlomba-lomba dalam memajukan pertahanannya. Untuk itu Indonesia juga harus
memperkuat pertahanannya dengan melengkapi berbagai persenjataan yang
dibutuhkan baik untuk Angkatan Darat, Laut, maupun Udara, serta kepolisian.
Pengadaan alutsisa memerlukan
anggaran yang besar. Pengadaan tersebut direalisasikan dengan pertimbangan yang
efektif dan efisien. Oleh karena itu, biaya tersebut dapat disikapi dengan
penanaman investasi di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga perlu meningkatkan
keahlian dalam memproduksi alutsista sehingga dapat menekan anggaran.
Selain negara-negara tersebut,
Jokowi juga berkunjung dan berdiplomasi dengan penggagas Twitter dan Facebook
dengan agenda pemanfaatan media sosial tersebut dalam menekan terorisme.
Sebagai negara yang memiliki
harapan akan keadaan dunia yang aman, Jokowi mengunjungi Uni Eropa, dengan
agenda toleransi serta membangun perdamaian dunia. Melalui komunikasi ini,
Indonesia meyakinkan dunia bahwa Indonesia juga adalah negara yang memiliki
filosofi perdamaian di dalam maupun di luar negeri, sehingga menciptakan
kepercayaan negara-negara lain untuk membantu mewujudkan Indonesia sebagai
negara maju dan diperhitungkan di mata internasional.
Budaya
Melalui diplomasi budaya, Jokowi mempromosikan
nilai-nilai budaya, ide-ide, sejarah, seni, sistem-sistem nilai dan tardisi.
Melalui komunikasi tersebut sebagai presiden, Jokowi mengkomunikasikan citra
Indonesia di mata internasional sehingga melalui budaya dapat menghasilkan
citra positif terhadap Indonesia.
Tujuan komunikasi dalam hubungan
budaya adalah memunculkan mutual
understanding, yaitu pemahaman di antara negara-negara mengenai nilai-nilai
positif sehingga mampu mendatangkan potensi pariwisata.
Indonesia merupakan negara yang
terletak di khatulistiwa. Dengan beragam kebudayaan dan daerah yang indah,
menjadi potensi bagi pariwisata Indonesia. Pariwisata dapat meningkatkan devisa
negara dan juga tingkat kepercayaan dunia intermasional terhadap Indonesia.
Ketika Indonesia menjadi daya tarik wisatawan asing, maka Indonesia adalah
negara yang aman untuk dikunjungi bahkan untuk investasi.
Negara-negara yang dikunjungi
Jokowi dalam rangka agenda pariwisata adalah Singapura. Singapura merupakan
negara yang lokasinya berdekatan dengan Indonesia. Dari segi geografisnya,
Singapura merupakan negara yang memiliki prosentase terbesar daratan. Sebagai
negara maju, Singapura memiliki ekonomi pasar yang maju. Dengan lokasinya yang
dekat dengan Indonesia, Indonesia menjadi tujuan utama pariwisata bagi warga
maupun pendatang yang datang ke Singapura. Dengan demikian, Singapura menjadi
salah satu negara yang memberikan potensi pariwisata bagi Indonesia.
Ekonomi
Peningkatan ekonomi adalah elemen
penting untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Oleh karena itu Jokowi
dalam prioritasnya adalah membangun pedesaan, menguatkan produktivitas rakyat
yang berdaya saing di internasional, dan menggerakan sektor ekonomi domestik.
Sehingga untuk mewujudkan hal
tersebut Jokowi mengkomunikasikan kepada dunia internasional mengenai
potensi-potensi yang ada di Indonesia, yaitu membuka pasar di dunia
internasional dan mengajak para investor untuk membangun potensi dan memperoleh
manfaat bagi para investor.
Beberapa negara yang memiliki agenda dikunjungi dalam sektor ekonomi antara lain:
1. Malaysia
2. Uni Eropa
3. Cina. Cina merupakan mitra dagang terbesar Indonesia selama sebelas tahun terakhir. Sehingga Cina memiliki potensi ekonomi di Indonesia.
4. Singapura. Singapura merupakan potensi perdagangan terbesar setelah Cina. Indonesia meningkatkan kerjasama bilateral dalam sektor pariwisata dan maritim.
5. Negara-negara Timur Tengah dalam sektor maritim.
6. Amerika. Indonesia merupakan pengekspor udang beku kepada Amerika.
7. Negara-negara Eropa
8. Korea. Dalam hal ini Jokowi mengajak investor untuk berinvestasi di Indonesia.
Politik
Isu politik dapat memberikan
dampak terhadap komunikasi global (Schmidt, 2007). Hal tersebut juga dapat
mempengaruhi lingkungan makro dari hubungan antar negara. Oleh karena itu
kebijakan dan regulasi politik, merupakan sektor yang juga menjadi prioritas
dalam menjadikan Indonesia sebagai negara maju.
Iklim politik di Indonesia dapat
memengaruhi sektor-sektor lain yang menjadi pertimbangan negara-negara lain
dalam bekerja sama maupun para investor dengan Indonesia.
Pada Program Nawacita, Jokowi
menitikberatkan juga pada sektor politik dalam negeri yang bersih sehingga
dapat memberikan kepercayaan kepada dunia internasional. Jokowi menanamkan
regulasipolitik yangbersih baik dalam maupun negeri.
Kondisi politik di Indonesia akan
memengaruhi pada investor yang mempercayakan investasinya. Oleh karena itu
Jokowi menanamkan kondisi politik ekonomi yang aman bagi para investor.
Dalam setiap diplomasinya Jokowi
ke manca negara, isu politik ini menjadi penekanan di dalam komunikasinya. Hal
ini dimaksudkan untuk memupuk kepercayaan terhadap Indonesia.
Dalam diplomasinya ke
negara-negara maju dan industri, Jokowi mengkomunikasikan value atau nilai nilai lebih yang ada di Indonesia, mulai dari
negara kepulauan, potensi rakyat hingga budaya yang mencerminkan citra positif
Indonesia.
Jokowi juga memberikan
permasalahan yang ada di Indonesia, namun meyakinkan negara-negara tersebut dan
investor bahwa hal itu akan menjadi perhatian Jokowi dalam penyelesaian
masalahnya.
Sehingga selain mempromosikan
Indonesia, Jokowi juga menanamkan kepercayaan terhadap Indonesia. Diplomasi
sebagai alat komunikasi politik internasional Jokowi merupakan upaya komunikasi
untuk memberikan pemahaman dari masing-masing pihak sehingga dapat memberikan
dampak positif bagi kedua belah pihak.
Kesimpulan
Komunikasi merupakan elemen kunci
dalam komunikasi politik internasional. Komunikasi yang efektif adalah
komunikasi yang memunculkan kejelasan bagi masing-masing pihak. Sehingga
melalui komunikasi, konsekuensinya adalah pihak-pihak tersebut mendapatkan manfaat.
Dalam hal politik, diplomasi adalah alat komunikasi politik yaitu melalui
persuasi dan negosiasi.
Politik mengacu pada area-area
politik yaitu menghasilkan komunikasi organisasi internasional, menghasilkan
regulasi komunikasi internasional, konferensi internasional, mobilisasi dan
tindakan lain untuk pertukaran ide tiap pihak melalui komunikasi internasional,
paradigm dan kebijakan pemerintah, tindakan firma dan pemain lain pada pasar
ekonomi dan paradigm serta kebijakan dari organisasi internasional yang
ditujukan untuk peraturan komunikasi internasional atau pembangunan.
Sebagai kepala negara Jokowi
memiliki sektor-sektor pembangunan dalam rangka menjadikan Indonesia sebagai
negara maju. Sektor-sektor tersebut adalah kebijakan politik luar dan dalam
negeri, pendidikan, ekonomi, pertahanan keamanan dan budaya. Dan untuk menjadi
negara maju, Indonesia memerlukan pendampingan dan dukungan dari negara maju
dan industri.
Melalui kunjungan yang dilakukan
oleh Jokowi ke negara-negara lain, termasuk kunjungan event-event seperti KTT juga perusahaan berbasis teknologi
internet, Jokowi melakukan diplomasi untuk memperoleh mutual understanding yang pada akhirnya
mencapai tujuan untuk memajukan sektor-sektor di Indonesia.
Komunikasi politik internasional
diperlukan Indonesia untuk mendorong Indonesia dari negara berkembang menjadi
negara maju. Melalui komunikasi tersebut, Jokowi sebagai Presiden Indonesia
mengkomunikasikan nilai-nilai Indonesia. Sehingga memicu kepercayaan dan pada
akhirnya para investor menanamkan investasinya di Indonesia.
Daftar Pustaka
Gerbner,
George. Siefert, Marsha. 1984. World Communications: A Handbook. Longman
Communication.
Griffin, Em. 2004. A First Look at Communication Theory.
Chicago: McGraw Hill.
Miller,
Katherine. 2005. Communication Theories:
Perspectives, Processes And Contexts. Chicago: McGraw Hill.
Schmidt,
Wallace V. Conway, Roger N. Easton, Susan S. Wardrope, William J. 2007. Communicating
Globally: Intercultural Communication and International Business. Sage
Publications.
Artikel:
The
Theory of International Politics
https://www.press.umich.edu/pdf/9780472099818-ch1.pdf
Lee, Donna. Hocking, Brian. 2011.
Diplomacy.
http://nasional.kompas.com/read/2014/05/21/0754454/.Nawa.Cita.9.Agenda.Prioritas.Jokowi-JK diakses 19 Juni
2016.
No comments:
Post a Comment