Tuesday, October 18, 2016

Teori Pembelajaran Sosial Albert Bandura.



Teori Pembelajaran Sosial (Social Learning Theory) Bandura memberikan pemahaman bahwa pola-pola respon seseorang umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari luar diri (Bandura: 1971). Bandura juga mengungkapkan bahwa penyebab perilaku manusia berasal bukan dari dalam diri melainkan seperti ada kekuatan dari lingkungan.
Teori Pembelajaran Sosial menekankan pada faktor-faktor berikut ini, yang memberikan pengaruh terhadap perilaku seseorang:

  1. pengalaman orang lain
  2.  kapasitas kognitif seseorang terhadap masa lalu dan tujuan masa depan seseorang
  3. konsekuensi yang akan diterima baik positif maupun negatif yang didasarkan pada kemampuan seseorang dalam membuat aturan dalam diri (self regulatory).

Lebih lanjut Bandura dalam Self Efficacy (2009), memberikan hubungan antara “Personal (seseorang), Situation (situasi), Behavior (perilaku)”. Hubungan ketiganya menunjukan interaksi resiprokal yaitu timbal balik dan saling mempengaruhi

Person atau seseorang berkaitan dengan kemampuan seseorang belajar dengan melakukan observasi pada orang lain, disebut juga dengan proses model. Proses ini dipengaruhi oleh proses ingatan (memory) ketika melakukan observasi dan proses pada saat memanggil kembali ingatan yang telah diobservasi. Proses belajar meliputi sikap seseorang yang menyadari akan respon dan konsekuensi dari behavior (perilaku).

Behavior (perilaku) merupakan pengetahuan dan keahlian untuk melakukan perilaku tertentu. Bandura menjelaskan bahwa perilaku merupakan fungsi seseorang dalam lingkungannya. Perilaku berkaitan dengan kognisi seseorang terhadap perilaku yang dapat konstruktif atau destruktif dan lingkungan memberikan pengaruh satu sama lain. 

Lingkungan adalah faktor-faktor yang memiliki dampak terhadap perilaku seseorang. Terdapat dua lingkungan yaitu lingkungan sosial dan fisik. Lingkungan sosial meliputi anggota keluarga, teman maupun kolega. Sedangkan ingkungan fisik dapat berupa ruangan, temperature udara, maupun apa yang dikonsumsi seseorang.

Sementara itu situasi mengacu pada persepsi seseorang terhadap lingkungannya seperti waktu, fitur fisik dan aktifitas. dari lingkungan seseorang. Situasi merupakan representasi kognitif atau mental yang dapat memberikan dampak terhadap perilaku seseorang.

Teori Bandura berfokus pada behavioristik yaitu perilaku yang muncul dari seseorang yang dihasilkan dari pembelajaran akan lingkungan sosialnya. Perilaku seseorang muncul dipengaruhi dari faktor dalam diri dan lingkungannya.

Selain faktor dalam diri merupakan hal yang mendasar dalam perilaku seseorang, faktor lingkungan sosial juga berperan penting dalam memberikan pengaruh terhadap perilaku seseorang.

Sebagai contoh, para demonstran yang melakukan demonstrasi terhadap sesuatu hal. Seringkali dijumpai para demonstran melakukan demo bukan karena kemauan sendiri, namun ada faktor orang lain yang mengajak atau mendorong untuk melakukan hal tersebut. Dengan imbalan uang yang akan diterima, serta dorongan emosi dari orang lain maka mau melakukan demo.

Hal tersebut juga dipicu dari personal seseorang yang berkaitan dengan pengetahuan, ataupun kesadaran seseorang akan konsekuensi ketikan melakukan sesuatu hal.

Hal ini yang kemudian menjadi kritik penulis. Lingkungan memang memiliki pengaruh terhadap perilaku seseorang. Namun lingkungan juga tidak memiliki pengaruh yang absolut karena kita juga menjumpai orang-orang yang meskipun diberikan imbalan seberapapun maka jika orang tersebut tidak mau, maka tidak akan melakukan.

Selain itu, meskipun seseorang berada pada lingkungan yang memberikannya pengalaman maupun pembelajaran negatif, namun terdapat juga orang-orang yang ternyata menjadikan itu sebagai pembelajaran dan mengubah menjadi pembelajaran yang positif bagi mereka.

Referensi:

Bandura, Albert. 1971. Social Learning Theory. General Learning Corporation.

Bandura, Albert. 2009. Self Efficacy in Changing Societies. Cambridge University Press.
 

.
 












No comments:

Post a Comment