Unconsiusness (ketidaksadaran) menurut Sigmund Freud merupakan
pikiran bawah sadar yaitu perasaan, pikiran, desakan dan kenangan yang berada
di luar diri seseorang. Lebih lanjut Freud mengatakan bahwa sebagian besar
bawah sadar tersebut berisi hal-hal yang tidak menyenangkan, seperti perasaan
sakit, kecemasan atau konflik. Ketidaksadaran tersebut terus mempengaruhi perilaku
seseorang (Siegfried, 2014).
Freud dalam teorinya memberikan
alasan bahwa manusia dikontrol oleh pikiran-pikiran bawah sadar. Pikiran bawah
sadar berada di bawah permukaan pikiran sadar. Pikiran bawah sadar meliputi
perasaan, persepsi, pikiran, keahlian, kebiasaan, reaksi, fobia dan hasrat yang
tertutupi. Pikiran bawah sadar merupakan proses yang terjadi dalam pikiran
manusia yang tidak diinstropeksikan.
Id merupakan bagian primitif
dalam pikiran manusia. Id adalah sumber kebutuhan, keinginan, hasrat dan
dorongan yang bersifat jasmani. Id mengacu pada prinsip kesenangan atau
kepuasan yang memaksa atau memotivasi secara fisik. Id merupakan bagian yang
egois dan hanya memikirkan kebutuhan jasmani, tanpa adanya pertimbangan nilai,
baik atau buruk dan tidak bermoral. Id merupakan pemenuhan atas apa yang
diinginkan tanpa ada pertimbangan etika.
Ego merupakan bagian rasional
dari pikiran. Ego merepresentasikan alasan yang masuk akal. Ego memiliki
prinsip-prinsip realitas. Ego berhubungan dengan interaksi dan hubungan dengan
orang lain, memahami bahwa orang lain juga didorong oleh id masing-masing dan
dorongan id dapat menimbulkan masalah.
Superego merupakan bagian moral
dari masyarakat, yaitu merefleksikan internalisasi dan aturan-aturan budaya.
Superego dapat dikatakan sebagai hati nurani yang berhubungan dengan adanya
perasaan bersalah dan berkaitan dengan aturan-aturan yang sesuai dalam sosial.
Superego mengontrol rasa benar atau salah dan perilaku yang dapat diterima oleh
masyarakat.
Hubungan unconsiusness (bawah sadar pikiran) dengan Id, Ego dan Superego
dalam Teori Kepribadian Freud, dapat terlihat melalui gambar berikut ini:
Gambar: Human Psyche Sigmund
Freud
Manusia dikontrol oleh bagian
sadar dan tiga bagian pikiran tidak sadar yaitu id, ego dan superego. Ketiga
bagian tersebut berada pada bawah sadar pikiran manusia. Id, seluruhnya
merupakan bagian dari pikiran bawah sadar, sementara ego dan superego sebagian
masuk ke dalam bawah sadar pikiran manusia dan sebagian lagi merupakan bagian
dari alam sadar manusia.
Hal tersebut dikarenakan dalam
perilaku seseorang meskipun dikontrol sebagian daerah bawah sadar pikiran,
namun sebagian lagi berada pada faktor sadar seseorang. Hal ini dipengaruhi
ketika seseorang menyadari alasan-alasan dan prinsip realitas dan aturan-aturan
yang ada dalam masyarakat.
Tokoh diktator kejam seperti
Adolf Hitler, Idi Amin, Jengis Khan dan sejenisnya, seperti dilansir National
Geographic, 31 Mei 2016 merupakan tokoh pemimpin yang diktator, bersifat kejam,
karena terlibat dalam kejahatan seperti pembantaian orang, pembersihan etnis,
melakukan penyiksaan, dan asanisasi.
Berdasarkan Psikoanalisis Freud,
bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh bawah sadar pikiran, para tokoh
tersebut memiliki bawah sadar pikiran yang berkaitan dengan kehidupan mereka di
masa lalu yang mengalami rasa takut, atau fobia akan sesuatu yang membuat
mereka menderita. Sehingga mereka memiliki keinginan atau hasrat yang
dipengaruhi oleh masa lalu dan memiliki tingkat kesadaran yang rendah yaitu
pada bagian ego dan superego.
Dalam kepemimpinan mereka,
perilakunya memiliki kesadaran rendah terhadap nilai baik buruk maupun aturan
yang ada dalam sosial. Dengan demikian alam bawah sadar yang disimpan di bawah
kesadaran seperti ketakutan dan keinginan atau hasrat, mempengaruhi perilaku
tokoh diktator tersebut.
Referensi:
http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/05/8-diktator-paling-kejam-dalam-sejarah-dunia diakses pada 13 Juni 2016, Pk. 14.00
No comments:
Post a Comment